Page 7 - Modul Cerdas Apps
P. 7
Selain itu, melalui pemahaman terhadap lima fase dalam teori
Ehri, guru dan orangtua dapat mengetahui sejauh mana kemajuan
membaca seorang siswa, dan mengenali tanda-tanda awal siswa
yang berisiko mengalami kesulitan membaca. Misalnya, siswa
yang masih berada pada fase pra-alfabetik cenderung
mengandalkan petunjuk visual tanpa memahami hubungan antara
huruf dan bunyi. Tanpa intervensi yang tepat, siswa seperti ini
dapat mengalami hambatan saat memasuki fase membaca yang
lebih kompleks.
Oleh karena itu, identifikasi kemampuan membaca merupakan
langkah penting dalam proses pembelajaran sehigga program
dapat disesuaikan dengan kemampuan yang dikuasai siswa, dan
pelaksanaan program pengajaran membaca menjadi lebih efektif,
terarah, dan sesuai dengan tahap perkembangan masing-masing
siswa
Namun, dalam praktik pembelajaran di kelas, guru sering
dihadapkan pada kesulitan untuk membedakan antara siswa
mengalami keterlambatan membaca karena perbedaan gaya
belajar, kurangnya stimulasi, atau memang menunjukkan gejala
awal kesulitan membaca. Untuk itu, penting memahami fase
perkembangan membaca. Hal ini diperlukan guru untuk
merancang intervensi pembelajaran yang bersifat individual, baik
berupa pendekatan fonologis, penguatan hubungan huruf-bunyi,
maupun strategi visual untuk memperkuat pengenalan kata.
Proses ini tidak hanya membantu siswa berkembang sesuai
potensinya, tetapi juga mempercepat deteksi terhadap anak yang
membutuhkan dukungan khusus dalam keterampilan membaca.

